Ping dari Agus untuk keyword Jasa Export Import dalam judul pembahasan Tingginya animo investor. Tingginya animo investor menanamkan modal harus dibarengi dengan seleksi ketat jenis usaha yang ingin dijalankan khususnya pada sektor properti. Anggota Komisi B DPRD Makassar Enre Cecep Lantara mengatakan, Makassar saat ini menjadi kota tujuan investasi karena didukung infrastruktur, kemudahan sistem perizinan, dan birokrasi. Akan tetapi, kemudahan tersebut bukan menjadi jaminan investasi akan berjalan mudah.
Saat ini kita melihat di Kota Makassar banyak bangunan- bangunan untuk investasi, seperti apartemen atau hotel, hanya berupa beton-beton. Pembangunan tidak rampung. Selain itu, banyak makelar investor. Ini yang harus diperhatikan Pemkot,” ungkapnya kepada media di Makassar, kemarin.
Dia menyebutkan, salah satu bangunan yang terbengkalai saat ini adalah apartemen milik PT Asindo yang tidak kunjung rampung. Menurutnya, banyak investor yang masuk ke Makassar, tapi tanpa persiapan yang matang. Ada juga yang menanamkan modal untuk kemudian menjual kembali kepada yang berminat. “Potensi besar juga ada yang masuk ke Makassar membangun, tapi tidak serius. Membangun sedikit, kemudian menjualnya lagi kepada orang lain. Parahnya, investor lokal yang kerap banyak melakukan pembelian. Jadi, baiknya investor lokal saja yang diberdayakan,” ujarnya.
Politikus Partai Demokrat ini menyebutkan, dengan semua potensi investasi yang ada di Makassar ditambah kemudahan- kemudahannya, tugas pemerintah jangan hanya sekadar melakukan sosialisasi regulasi kepada investor. Pasalnya, tidak ada aturan yang menghambat investor masuk dan menanamkan modalnya. Pemkot juga harus lebih aktif dan tegas terkait rencana tata ruang wilayahnya. Tanpa adanya kejelasan rencana tata ruang wilayah, sering membuat investor melakukan kesalahan dan akhirnya berhadapan dengan aturan yang ada. Jika kondisi itu terus berlangsung, kemudahan yang ditawarkan tidak akan berpengaruh untuk investasi,”papar. Demikian catatan online Agus yang berjudul Tingginya animo investor.
Sabtu, 10 September 2011
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar