IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia ~> Sebanyak 104 los keramik di Pasar Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) segera dibongkar karena sudah tiga tahun tidak dimanfaatkan pemiliknya. Hal tersebut terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H Ishak Mekki didampingi pejabat lainnya seusai shalat Jumat di Masjid Besar Baiturrahman Kelurahan Cintaraja Kecamatan Kayuagung kemarin.
Menurut Ishak, los tersebut terpaksa dibongkar agar isa dimanfaatkan pedagang ikan yang selama ini menggelar dagangannya di lorong tempat para pembeli melintas. “Badan Pasar harus secepatnya menertibkan pedagang,karena sebentar lagi,pemantauan Adipura akan dilakukan dan pasar merupakan salah satu titik pantau penilaian,”imbau Ishak. Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini juga meminta agar los dapat berfungsi maksimal. Bentuk los dapat diubah sesuai keinginan pedagang dan pembeli sehingga menjadi lebih nyaman.
“Bila menurut pedagang merasa los tersebut terlalu tinggi, maka harus diperendah. Intinya, cari solusi terbaik yang bisa menguntungkan banyak pihak,”timpal Ishak. Selain itu, Pemkab OKI ke depan juga akan terus melakukan pembenahan infrastruktur dan sarana yang merupakan hajat hidup orang banyak,seperti masjid, jalan dan sarana lainnya, terutama di Kota Kayuagung, yang merupakan penerima penghargaan sebagai kota kecil terbersih empat kali berturut-turut dalam penilaian Adipura. Dihubungi terpisah, Kepala BPPK OKI Mahmud Iswan berjanji segera mengfungsikan los keramik tersebut.
“Sesuai instruksi bupati, Badan Pasar segera menyita 104 los keramik dan meratakannya dengan lantai sehingga mudah ditempati pedagang,” ujarnya. Menurut Mahmud, sebenarnya, selama ini Badan Pasar sudah melayangkan teguran sebanyak tiga kali agar los segera difungsikan sebagai tempat berjualan, namun teguran itu sampai sekarang tidak ditanggapi. Untuk itu,petak los,baik yang berada di dalam maupun di luar Pasar Kayuagung segera dihancurkan dan diratakan.Ke depan, para pedagang akan diarahkan untuk menggelar dagangannya beralaskan lantai saja. “Semua pedagang di lorong pasar akan diminta menempati petak los keramik dan tidak dibebankan uang sewa,hanya retribusi kebersihan saja,”imbuhnya.
Badan Pasar juga akan memindahkan pedagang ayam yang setiap hari berjualan di jalan belakang pasar, ke lokasi yang biasanya dijadikan sebagai areal parkir.
Sabtu, 12 Februari 2011
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
1 komentar:
waachhh mantapp benerr tulisannya........
cindramata & souvenir Bali
http://www.balihomeshopping.com
Poskan Komentar