Sebuah mortir aktif ditemukan warga di areal perkebunan sayur Desa Guruh Agung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, Rabu (6/10) kemarin.
Mortir yang diperkirakan peninggalan bangsa penjajah Belanda itu ditemukan H Kamri, 69, sekitar pukul 09.00 WIB.Menurut Kamri, saat itu ia tengah menggali tanah untuk mengambil ubi kayu di kebun sayur yang ber-sebelahan dengan rumahnya itu. Namun belum lama menggali de-ngan cangkulnya, tiba-tiba mata cangkulnya membentur benda seperti besi yang memiliki bentuk yang sama dengan ubi kayu.
“Ka-get sekali saya mas, karena saat itu sedang menggali tanah untuk mengambil ubi kayu dan memetik sayuran. Namun cangkul saya membentur benda keras. Saat saya ambil ternyata sebuah besi yang menyerupai ubi jalar,” ujar Kamri kepada SINDO kemarin. Saat ditemukan,benda terse-but dibiarkan tergeletak di atas ta-nah karena dirinya tidak me-nge-tahui kalau benda tersebut adalah sebuah mortir aktif peni-nggalan perang terdahulu.
“Awal-nya saya kira benda tersebut ubi kayu karena besar dan bentukya mirip sekali. Tapi setelah saya lihat aku dak ngerti, akhirnya aku laporkan kepa-da keluarga yang merupakan se-orang anggota polisi. Lalu dia tele-pon Kapolsek Pajar Bulan,”terang-nya. Kabar penemuan mortir pun menyebar cepat. Ratusan warga sekitar pun berkerumun untuk melihat langsung penemuan benda sisa perang dulu.
Tak berapa lama beberapa anggota kepolisian dari Polsek Pajar Bulan dan anggota Identifikasi Polres Lahat serta beberapa anggota TNI dari Detasemen Peralatan Militer (Denpal) A 02-12-04 Lahat, yang bertugas khusus untuk mengamankan benda tersebut. Saat ditemukan, mortir dengan ukuran panjang 35 centimeter dan diameter 8 centimeter dalam kondisi sudah berkarat. Beruntung bagian per dari mortir yang berfungsi sebagai pemicu dalam kondisi rusak karena terlalu lama terkubur di dalam tanah di bawah pohon pisang.
Kapolsek Pajar Bulan AKP B Gumay mengatakan,setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung menghubungi Polres agar cepat dilakukan penanganan terhadap mortir tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Jajaran kami langsung koordinasi ke Polres dan aparat TNI dari Denpal, mengingat mortir ini harus di tangani oleh orang yang berpengalaman dan memiliki keahlian khusus tentang bom dan bahan peledak.
Karena kalau sembarangan takutnya benda tersebut pada suhu tertentu bisa meledak, ”tuturnya. Sementara itu Petugas Banbinjat Denpal Paldam A 02-12-04 Lahat, Serka Ali Fadli dalam kesempatan yang sama mengata-kan, kalau dilihat dari kondisinya mortir hasil penemuan tersebut merupakan peninggalan perang dan saat ini dalam kondisi aktif.
“Meski pemicunya sudah rusak,tapi mortir ini masih bisa meledak apabila terkena api atau terjadi goncangan. Terlalu berbahaya apabila disimpan oleh warga. Oleh sebab itulah setelah diamankan mortir langsung kita bawa ke Batalyon Kavaleri Karang Endah untuk segera dilakukan penanganan dan pemusnahan,” terangnya.
Kamis, 07 Oktober 2010
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar