Pemerintah Kota (Pemko) Medan berencana membenahi Titi Gantung.Untuk jangka pendek,lokasi ini ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil,dan menengah (UMKM) selama Ramadan dan setelah itu menjadi pusat cenderamata khas kota ini.
Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang berkunjung ke Titi Gantung bersama Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan sejumlah pejabat Pemko Medan kemarin menyatakan, saat ini mereka menyelesaikan desain gapura dan penataan kawasan bersejarah ini.Pengerjaan fisik rencananya dilakukan dalam waktu dekat. “Kami akan menata kawasan ini agar pelaku UMKM bisa berjualan di bulan puasa sampai menjelang Lebaran dan masyarakat bisa bersantai menunggu waktu berbuka puasa,” tutur Rahudman di Titi Gantung kemarin.
Selain itu,lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai tempat penjualan buku bekas ini direncanakan menjadi tempat hiburan bagi warga Kota Medan saat malam.Untuk menciptakan keindahan dan memberikan suasana yang nyaman bagi pengunjung, Pemko Medan akan memperbaiki jalan di kawasan ini,mengganti besi titi yang sudah rusak,dan memasang berbagai lampu hias.
“Lampu hias akan dipasang untuk menambah keindahan Titi Gantung saat malam.Kawasan ini harus terpelihara karena merupakan salah satu objek wisata dalam kota,”ungkapnya. Agar kawasan ini dikunjungi banyak warga,juga menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung,Pemko Medan pun merencanakan Titi Gantung sebagai pusat penjualan cenderamata khas Medan.Tidak itu saja,di lokasi ini juga disediakan taman bacaan.
“Pembuatan pusat penjualan cenderamata mungkin dibuat habis Lebaran.Penataan akan dilakukan bertahap,”tuturnya. Namun, Rahudman tidak menjelaskan jumlah biaya dan sumber pembiayaan untuk penataan Titi Gantung ini, apakah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan atau pihak ketiga. Khusus untuk yang mengerjakan rancangan desain, diserahkan kepada pihak ketiga.Namun,belum jelas pihak yang akan mengerjakan seluruh kawasan ini menjadi sesuai yang direncanakan Pemko Medan.
Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapanuli Selatan (Tapsel) ini memaparkan,Pemko Medan berkomitmen melakukan penataan kota secara bertahap. Mereka akan berupaya agar kawasan yang dulunya tidak bermanfaat menjadi bermanfaat bagi masyarakat. “Semua akan dilakukan bertahap agar menjadikannya lebih baik,”ujarnya.
Sementara itu,Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menambahkan, meskipun kawasan Titi Gantung akan ditata untuk keberadaan pelaku UMKM, area ini tetap bisa dimanfaatkan para pejalan kaki dan pengendara.“Nanti akan ditata agar tidak ada yang terganggu dan bisa dimanfaatkan dengan baik. Kebersihan, kenyamanan, dan keamanannya, juga diperhatikan. Intinya fungsinya akan dikembalikan,” ungkapnya.
Sementara itu,Penjabat Kepala Dinas Pertamanan Pemko Medan Ikhsar Risyad Marbun menyatakan, mereka siap saja apabila ada kebijakan atau arahan dari wali kota untuk segera memasang lampu hias di kawasan Titi Gantung. “Kami siap saja. Namanya juga perintah. Namun,biasanya setelah ditata dan diperbaiki, baru lampu hias dipasang, ”tandasnya.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan Syaiful Bahri mengaku tidaktahumenahumasalahperencanaan penataan kawasan bersejarah ini.Menurut dia, itu bukan urusan mereka,termasuk pembiayaannya. “Kami hanya menghadiri peninjauan kawasan ini,”pungkasnya.
Minggu, 15 Agustus 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar