PT MRT Jakarta memastikan dana untuk proyek mass rapid transit (MRT) tersedia meskipun ada perubahan desain dalam pengerjaannya. Menurut informasi yang diterima Agus bahwa Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo mengatakan, jumlah anggaran untuk MRT jalur selatan– utara (Lebak Bulus–Bundaran HI dan Bundaran HI–Kampung Bandan) tidak berubah. Menurut dia, anggaran penambahan pembangunan MRT tahap I sepanjang satu kilometer dari Dukuh Atas ke Bundaran HI diambil dari sebagian pinjaman untuk MRT tahap II. Kalau soal pendanaan bisa kita jamin. Sebab, penambahan pembangunan pada tahap I itu, kami ambil dari sebagian pinjaman untuk tahap II. Artinya, sebagian pinjaman kami minta lebih awal,” ujar Tribudi dalam keterangan pers di Kantor PT MRT Jakarta,kemarin.
Pihaknya juga memastikan pendanaan untuk penambahan stasiun underground(bawah tanah) di Kampus Al-Azhar, Kebayoran Baru juga terjamin. Beberapa waktu lalu manajemen PT MRT sudah bertemu secara informal dengan Wakil Menteri Japan International Cooperation Agency (JICA). Dalam kesempatan itu, pihak JICA tidak keberatan untuk membiayai penambahan stasiun tersebut. Saat ini, proses pemberian bantuan masih dalam tahap verifikasi administrasi. Sudah kami paparkan berkaitan dengan tata ruang, bahwa kalau stasiun underground tidak ditarik mundur akan merusak estetika kota. Ternyata pihak JICA welcome, paparnya. Tribudi menolak disebut tidak profesional.
Menurut dia,perubahan desain pembangunan (perpanjangan dari Dukuh Atas ke Bundaran HI) tersebut dilakukan menyusul masukan dari hasil basic design. Berdasarkan hasil kajian, perpanjangan pengerjaan tahap I tersebut untuk memperkecil dampak pembangunan. Sebab,MRT I membutuhkan fasilitas pembalikan arah (turn-back) untuk operasi kereta di Dukuh Atas. Jika fasilitas ini dibangun di Dukuh Atas akan membawa dampak besar terhadap lalu lintas di atas jalan dibanding harus dibangun di Bundaran HI. Bahkan tak menutup kemungkinan jalur Sudirman– Thamrin ditutup setahun, ungkapnya. Direktur Fungsi Korporasi PT MRT Jakarta Eddy Santoso menegaskan, pergeseran stasiun putaran balik ke Bundaran HI tidak berpengaruh terhadap pendanaan secara keseluruhan.
Menurut dia, semua kebutuhan sudah dikalkulasikan, termasuk percepatan pembangunan sebagian dari MRT tahap II. Pinjaman dibuat selalu cukup. Jadi, tidak perlu dikhwatirkan dananya tidak akan cukup dengan perubahan tersebut, ungkapnya.
Jumat, 04 Juni 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar